Irwan Harus Habiskan Rp588 M .....DALAM EMPAT HARI, JELANG AKHIR TAHUN

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat harus kejar target realisasi belanja sebelum tutup buku tahun 2013. Dalam empat hari harus bisa menghabiskan uang Rp588 miliar.

PADANG, HALUAN — Se­lama empat hari ke depan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Irwan Prayitno  harus menghabiskan anggaran sekitar Rp147,1 miliar setiap harinya atau Rp588 miliar dalam empat hari. Hal ini harus dilakukan mengingat waktu untuk menggunakan anggaran akan berakhir 23 Desember mendatang.

“Hingga kini realisasi penggunaan APBD Pemprov Sumbar sekitar 76,74 persen. Sementara jumlah APBD mencapai Rp3,3 triliun. Dengan demikian sisa sebanyak 17,76 persen ini harus dihabiskan jika ingin memenuhi target 94,5 persen,” kata Asisten Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pe­ngen­­dalian Pembangunan, Sarma Marpaung, Rabu (18/12) usai kegiatan Sosialisasi sekaligus Rapat TEPPA serta kesiapan Sumbar sebagai Pilot Projet TEPPA 2014 di audito­rium gubernuran.

Meskipun jumlah anggaran yang harus diserap cukup tinggi, namun dilihat dari realisasi keuangan Sumbar saat ini, Tim Evaluasi dan Pengawasan Penye­rapan Ang­garan (TEPPA) menilai Pem­prov Sumbar berada di urutan delapan dari 34 provinsi dalam evaluasi kinerja realisasi anggaran 2013. Angka ini sudah di atas realisasi nasional sebesar 70 persen.

Secara rinci, realiasi anggaran di Sumbar bisa disebutkan, untuk realisasi keuangan capaiannya sudah mencapai 76,74 persen, fisik mencapai 89,64 persen, dan pengadaan sudah seratus persen.

Ini merupakan prestasi yang bagus. Namun jika melihat realisasi se-Sumbar, capaiannya masih rendah, yaitu sekitar 53,44 persen. Rendahnya capaian ini  karena tiga kabupaten dan kota belum menyerahkan laporannya, masing-masing Kota Solok, Kota Padang Panjang, dan Kabupaten Padang Pariaman.

“Tiga kabupaten dan kota yang tidak menyerahkan laporan ini perlu kita ketahui apa kendalanya. Kendala ini bisa diberikan secara tertulis. Saat ini, berdasarkan informasi, tiga kabupaten dan kota ini tidak menyerahkan laporan karena ketidakdispilinan. Hal ini pun menjadi dasar bahwa pemerintah daerah belum mengetahui pen­ting­nya data ini,” kata Sarma.

Secara nasional, menurutnya, kasus kabupaten dan kota yang tidak menyerahkan laporan juga banyak terjadi. Ini didominasi oleh kabupaten dan kota yang berada di wilayah timur.

“Banyaknya kabupaten dan kota tidak melaporkan, karena terkendala akses internet. Karena itu, ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan kita yang berada di pusat. Tetapi di Sumbar, kata Pak Yani, untuk jaringan internet tidak ada masalah. Jika tidak menye­rahkan laporan kita pun meminta pihak provinsi memberikan tegu­ran,” jelasnya.

Realisasi Kabupaten Solsel Paling Rendah

Dari 16 kabupaten dan kota yang sudah menyerahkan laporan penggunaan anggaran di Sumate­ra Barat, Kabupaten Solok Selatan memiliki realisasi terendah untuk keuangan, fisik, dan pengadaan di bawah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Berdasarkan data dalam sistem monitoring TEPPA pada 16 Desember ini, realisasi keuangan dan fisik masih di bawah 20 persen, sementara pengadaan sudah mencapai 30 persen. Sementara realisasi tertinggi itu adalah Kabupaten Sijunjung, dengan realiasi keuangan sudah mencapai 80 persen dan fisik yang sudah mendekati 80 persen dan 100 persen untuk pengadaan.

“Untuk angka realiasi ini, kita tidak  bisa berpatok sepenuhnya, bahwa realisasi tinggi ini prestasi bagus. Penilaian yang kita lihat ini adalah kinerja. Karena ada yang realisasinya rendah, karena sisa perjalanan dinas cukup besar,” terang Sarma.

Menurutnya, penilaian yang dilakukan oleh TEPPA adalah melihat sejauh mana kegiatan terlaksana. Jika nantinya, ada sisa anggaran karena merupakan sisa perjalanan dinas, sisa lelang, dan efisiesi belanja rutin, tentunya ini menjadi prestasi bagus bagi daerah tersebut. (h/eni)

sumber: http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/28509-irwan-harus-habiskan-rp588-m-

INFO PAJAK KENDARAAN

Masukkan Nomor Plat Kendaraan

AGENDA KEGIATAN
    APBD
    (Rp.000)
    Pendapatan Daerah0
    - Pendapatan Asli Daerah0
    - Dana Perimbangan0
    - Lain-Lain APBD Sah0
    Belanja Daerah0
    - Belanja Tidak Langsung0
    - Belanja Langsung0
    Pembiayaan0
    - Penerimaan Pembiayaan0
    - Pengeluaran Pembiayaan0
    REALISASI APBD
    Realisasi APBD Tahun 2020 (Rp.000)
    Pendapatan Daerah6.333.921.893
    - Pendapatan Asli Daerah2.224.864.795
    - Dana Perimbangan4.002.552.881
    - Lain-Lain APBD Sah106.504.217
    Belanja Daerah6.383.106.111
    - Belanja Tidak Langsung4.437.497.451
    - Belanja Langsung1.945.608.660
    Pembayaran308.404.594
    - Penerimaan Pembayaran328.404.594
    - Pengeluaran Pembayaran20.000.000
    INFO SP2D

    Fans Page

    LAYANAN ASPIRASI DAN PENGADUAN ONLINE RAKYAT

    `